INSPIRASI PAGI SEMBARI MINUM TEH

Jumat, 21 September 2018

Tak Hanya Anak, Orang Tua Pun Bisa Kecanduan Gadget

Entah mengapa, saya kok kasihan banget dengan benda yang bernama gadget -- biasa juga disebut ponsel atau handphone -- yang selalu menjadi kambing hitam, jika ada anak-anak yang mencintainya. Bahkan, karena cintanya, sampai ada yang sulit berpisah, alias kecanduan.
Akibatnya, gara-gara kecanduan benda 'pintar' itu pula, banyak anak-anak jadi malas belajar, sulit bersosialisasi, dan bahkan mengakibatkan celaka.
Contoh kasus -- yang baru-baru ini viral di media sosial -- terjadi pada Naufal (5 tahun), putra dari Chana Arystyana. Naufal ini awalnya matanya kerap mengeluarkan banyak kotoran setiap kali bangun pagi. Setelahnya, bagian putih mata Naufal mulai mengeluarkan bercak merah seperti darah yang terus melebar.
Share:

Senin, 17 September 2018

Jangan Anggap Sepele Obrolan Tukang Sayur dan Ibu-ibu

Nampaknya pembaca setia rubrik Secangkir Teh Mas Prie sentimen banget pada saya. Gimana tidak, disaat saya merasa belum cukup menikmati 'istirahat' sejenak mengisi tulisan di fanpage ini, rentetan protes sudah masuk di inbox FB. Intinya, minta tulisan harian diaktifkan kembali. Sungguh terlalu!
Bukannya apa, saya belum menentukan judul rubrik -- lebih tepatnya belum terpikir -- untuk tahun 2018 ini. Sebagai flashback, tahun 2015 rubriknya bernama "Secangkir Teh", tahun 2016 berubah menjadi "Sketsa Kampung Urban", dan tahun 2017 bertitel "Inspirasi Pagi". Perubahan nama rubrik ini mengikuti tema dan style tulisan yang disajikan.
Share:

Kamis, 14 Juni 2018

Memaknai Wejangan Sunan Kalijaga pada Mantan Begal

Di tengah hingar bingar acara hiburan di puluhan televisi swasta nasional – yang saling bersaing merebut perhatian pemirsanya – di jam makan sahur, saya justru terkesima dengan salah satu tayangan di stasiun televisi daerah yang ada di pinggiran Jakarta. Yaitu sebuah features kehidupan para orang tua yang ditinggal anaknya merantau, entah kemana, yang sudah beberapa kali lebaran tidak pulang, bahkan tanpa kabar.
Sungguh membuat hati trenyuh siapapun yang melihatnya. Apalagi salah satu orang tua – yang anaknya katanya pamit kerja di Malaysia, tapi sudah 5 tahun tak ada kabar – sambil menangis sesenggukan minta kepada siapapun yang menonton televisi dan pernah melihat atau bertemu ananknya, agar menghubunginya melalui stasiun televisi yang mewawancarainya.
Share:

Senin, 11 Juni 2018

Hormati Orang yang (Tak) Berpuasa

Tanpa terasa lebaran sudah tinggal menghitung hari, tak lebih dari jumlah jari tangan sebelah kanan atau kiri. Suasana puasa bulan Ramadhan pun nyaris tak terlihat di sekeliling kita. Di kantor, di terminal, di pasar, ataupun di mal-mal sudah bukan pemandangan aneh lagi kalau melihat beberapa orang sedang merokok, ataupun dengan santainya melahap makanan. Tanpa sungkan.
Padahal, di beberapa tempat strategis – terutama di tempat-tempat yang saya sebut tadi itu – jelas-jelas bisa dilihat dan baca dengan kasat mata, banyak terpasang spanduk yang mengingatkan agar menghormati orang yang sedang berpuasa. Lantas, perhormatan macam apa yang sudah dilakukan orang-orang yang makan minum di area terbuka tersebut terhadap muslim yang sedang berpuasa?
Share:

Minggu, 25 Maret 2018

Maafkan Kami, Miss Endah

Makan malam yang agak terlambat – karena seharian harus mengikuti serangkaian acara Hari TB Sedunia yang jatuh pada tanggal 24 Maret 2018, hari ini – membuatku tak begitu berselera. Selain penat, tiba-tiba muncul banyak hal yang membuatku merasa ‘bersalah’ karena kurang peduli pada masalah kesehatan di lingkungan sekitarku.
Setidaknya, dalam tiga tahun terakhir bergabung jadi relawan penanggulangan TB, membuatku makin paham bahwa ancaman bahaya kematian akibat penyakit Tuberkulosis (TB), begitu dekat dengan kita.
Share:

Minggu, 01 Oktober 2017

Mimpi Besar Delia

Aku tak bisa menahan tawa – bahkan langsung ngakak – ketika sebuah pesan melalui aplikasi WhatsApp (WA) dengan terus terang meminta agar perjalanan hidupnya ditulis di Inspirasi Pagi. Pesan yang aku baca seusai makan malam senin kemarin itu sangat lucu bagiku, karena ditulis oleh Delia, adik kelasku di SMA yang dulu sangat aku kenal kesehariannya.

Share:

Minggu, 03 September 2017

Suara Kakek Sofyan di Masjid Itu

Tepat dua tahun silam, di rubrik 'Secangkir Teh' ini aku menulis tentang suara seorang kakek, dari pengeras suara sebuah masjid -- yang entah dimana, karena hanya lamat-lamat, mungkin terlalu jauh dari tempat tinggalku -- setiap hari sekitar pukul 4 pagi. Suara yang awalnya tidak begitu aku hiraukan, karena sambil menunggu adzan subuh, jam 3 sampai 5 pagi adalah jadwalku menulis.

Share:

Minggu, 27 Agustus 2017

Tanggung Jawab Pak Diran Tak Pernah Usai

Hari belum lagi beranjak siang, masih sekitar pukul 10. Aku yang baru selesai mandi – karena habis ikut kerja bakti di kompleks perumahan – diberitahu putriku kalau ada tamu yang menunggu di teras rumah. Sambil berjalan ke teras, aku sempat berpikir, siapa hari minggu begini pagi-pagi sudah bertamu?

Share:

Minggu, 13 Agustus 2017

Moral Nandar Tak Bisa Dibeli

Melihat tampilan secara fisik, mungkin banyak orang akan mengira dia adalah pekerja kantoran, atau setidaknya mahasiswa yang sedang menyelesaikan skripsi. Karena, pemuda berusia 26 tahun -- biasa dipanggil Nandar, berkulit putih, dengan rambut dipotong agak cepak --- selalu berpakaian rapi dan trendi. Badannya yang atletis dengan wajah sekilas mirip selebritas Andika Pratama, menambah kesan Nandar adalah pemuda berpendidikan dari kalangan berada. Setidaknya, aku juga pernah mengira seperti itu.

Share:

Minggu, 06 Agustus 2017

Luka Afni Yang Tak Tersembuhkan

Efek media sosial facebook (FB) memang luar biasa. Hal yang secara akal tak mungkin terjangkau, nyatanya dengan mudah bisa ditemukan melalui media sosial ini. Setidaknya, itu yang terjadi ketika tanpa aku duga, Afni -- ini nama adik kelasku saat masih SMA, dan hampir 30 tahun tidak ada kabar -- bisa ketemu lagi denganku, meski melalui putri tunggalnya yang menjalin pertemanan denganku di FB.

Share:

Page View

Mas Prie

Mas Prie
Aku suka menulis sejak SD. Bahkan, ketika sudah berkeluarga -- dan dikaruniai 3 orang putra putri -- hobi menulis tetap aku lakukan. Sebagai wiraswasta yang tinggal di Bogor, aku sangat menikmati dunia tulis menulis ini.

Popular Posts

Cari di Blog Ini

@SUGENG PRIBADI. Diberdayakan oleh Blogger.

Statistik Blog

  • SEO Stats powered by MyPagerank.Net
  • Google PageRank Checker Powered by  MyPagerank.Net Yahoo bot last visit powered by MyPagerank.Net Msn bot last visit powered by MyPagerank.Net My Ping in TotalPing.com

    "LIKE" Blog ini

    Pengikut

    Follow by Email

    Copyright © Secangkir Teh Mas Prie | Powered by Blogger Design by PWT | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com