INSPIRASI PAGI SEMBARI MINUM TEH

Minggu, 16 Agustus 2015

Dong Kapan Main ke Lombok


Jangan terburu protes membaca judul diatas -- yang terkesan kurang tepat dalam menyusun sebuah kalimat -- karena itu adalah idiom khas dialek masyarakat Lombok, sebagai penegasan dan ajakan untuk datang ke pulau Lombok. Ya benar, pulau Lombok, yang kini semakin gencar menggarap sektor pariwisata, dengan mengeksplorasi seluruh potensi wisata yang ada.

Tentu saya tidak akan bertindak sebagai 'tour guide' dalam tulisan kali ini, meski saya pernah tinggal di pulau 'seribu masjid' ini selama 5 tahun lebih, di awal 90-an. Saya tertarik berbagi cerita, karena Lombok (ternyata) telah berkembang pesat dalam dua dasawarsa terakhir ini, terutama di industri pariwisatanya. Setidaknya itu yang saya lihat dalam kunjungan wisata sepekan, beberapa waktu silam.

Yang pertama, jelas pantai Senggigi. Ini obyek wisata awal yang sepengetahuan saya digarap serius, sejak tahun 80-an. Masa itu, kalau kita melewati kawasan Senggigi, dari sepanjang jalan raya kita bisa menikmati indahnya pantai yang masih alami, tanpa terhalang bangunan apapun. Memang, saat itu sudah berdiri hotel berbintang, cottage dan cafe. Tapi bisa dihitung dengan jari. Itulah sebabnya muncul istilah "Lombok adalah Bali 20 tahun silam", yang artinya kalau mau melihat Bali saat masih 'perawan' datanglah ke Lombok.

Namun saat ini, pantai Senggigi sudah tertutup puluhan (ratusan?) hotel berbintang dan cottage. Sebaliknya, ketika kita masuk ke dalamnya -- saya mendapat kamar di Jayakarta Hotel yang view-nya langsung pantai Senggigi -- saya takjub dengan pantai yang begitu bersih, dengan privacy yang terjaga. Namun jangan khawatir, di Senggigi juga ada area yang bisa dimanfaatkan masyarakat umum secara bebas.

Obyek pantai yang juga layak dikunjungi tentu saja pantai Kuta di Lombok selatan, yang terkenal dengan pasir putih bertekstur khas, tidak seperti pasir pantai pada umumnya. Hamparan karang dan bukit-bukitnya sungguh eksotis, meski di tempat ini saya sedikit terganggu pengasong kerajinan tradisional yang selalu membuntuti.

Tentu saya tidak mungkin bercerita detail semua obyek wisata pantai yang ada. Hanya, kalau ke Lombok -- untuk wisata pantai -- kurang afdol rasanya kalau belum ke 'Tiga Gili' yang jadi andalan Lombok, yaitu Gili Trawangan, Gili Air dan Gili Meno. Ikon wisata Lombok ini menawarkan 'surga' bagi penggemar snorkling yang suka keindahan bawa laut. Sekedar mengingatkan, untuk mengeksplor tiga pulau kecil ini, tidak cukup waktu satu hari. Cuma, saat ke Lombok, saya belum sempat ke pantai Pink, yang (katanya) tidak kalah dengan Senggigi masa lampau, lebih natural.

Kalau ada kesan Lombok itu gersang dan tandus, tidaklah benar. Obyek wisata Taman Narmada dan kawasan hutan wisata Suranadi yang berhawa sejuk akan 'mematahkan' paradigma tersebut. Apalagi kalau sambil menikmati kuliner lokal di tempat ini. Oh hiya, taman Narmada adalah miniatur gunung Rinjani dalam bentuk taman bersusun yang dibuat saat kerajaan Karangasem (Bali) masuk ke pulau Lombok. Sebuah tempat yang dibangun dengan arsitektur perpaduan budaya Bali dan Lombok masa lampau.

Nah, untuk mengenal Lombok sebenarnya, tentu wisata budaya ke desa adat Sade juga tak boleh dilewatkan. Selain mempertahankan adat istiadat asli Lombok -- suku Sasak -- di desa Sade kita bisa melihat (sekaligus membeli) kerajinan tenun Sasak. Kalau masih ada waktu, boleh juga melihat-lihat kerajinan gerabah khas Lombok di desa Banyumulek.

Sayangnya, di Lombok -- khususnya kota Mataram, ibukota propinsi NTB -- kurang memperhatikan 'city tour' bagi wisatawan. Ketika 2 hari terakhir saya (sekeluarga) memutuskan menginap di Lombok Raya (Cakranegara), tidak banyak pilihan wisata di sekitaran kota, selain Taman Mayura dan pusat perbelanjaan (mall) yang kurang representatif. Tidak terlihat taman kota untuk bermain anak, pusat kuliner siang, atau wisata edukasi (museum atau gedung bersejarah) yang khusus ditata untuk wisatawan. Sebuah 'pekerjaan rumah' tentunya.

Overall, Lombok bagus! Saya sih oke. Jadi, dong kapan anda ke Lombok?

Share:

0 komentar:

Page View

Mas Prie

Mas Prie
Aku suka menulis sejak SD. Bahkan, ketika sudah berkeluarga -- dan dikaruniai 3 orang putra putri -- hobi menulis tetap aku lakukan. Sebagai wiraswasta yang tinggal di Bogor, aku sangat menikmati dunia tulis menulis ini.

Popular Posts

Cari di Blog Ini

@SUGENG PRIBADI. Diberdayakan oleh Blogger.

Statistik Blog

  • SEO Stats powered by MyPagerank.Net
  • Google PageRank Checker Powered by  MyPagerank.Net Yahoo bot last visit powered by MyPagerank.Net Msn bot last visit powered by MyPagerank.Net My Ping in TotalPing.com

    Arsip Tulisan

    "LIKE" Blog ini

    Pengikut

    Follow by Email

    Copyright © Secangkir Teh Mas Prie | Powered by Blogger Design by PWT | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com