INSPIRASI PAGI SEMBARI MINUM TEH

Minggu, 30 Agustus 2015

Falsalah 'Kenangan', Bermula dari Pengalaman


Kali ini saya tak bisa menahan tawa, bukan lagi sekedar senyum seperti biasanya, saat membaca komentar Gus Jun -- lengkapnya Ahmad Junaidi, akademisi sekaligus ustadz -- yang dengan entengnya menulis bahwa saya penganut aliran 'filsafat kenangan'. Celakanya, Gus Jun tidak memberikan 'bocoran' apa maksud dari kata itu.

Jujur saja, saya tidak masalah Gus Jun sedang bercanda atau serius. Karena bagi saya, Gus Jun adalah teman yang baik -- saya ketemu beliau sekitar 6 tahun silam pada sebuah acara di almamater SMA -- dan smart, yang terlihat dari tulisan dan status akun FB-nya. Tapi, bisa jadi Gus Jun, juga sedang 'meniru' tradisi kalangan kyai pesantren tradisional, yang sering melontarkan 'hal ringan' meski sebenarnya sarat makna.

Oh hiya, mumpung ini hari Minggu, saya buat topik obrolan yang ringan-ringan saja, supaya bisa melengkapi libur akhir pekan anda, di penghujung Agustus ini. Namun ingat, seringan apapun obrolan -- sebisa mungkin -- tetap harus ada 'makna' positif didalamnya. Dan nampaknya, apa yang ditulis Gus Jun, komentar dalam tulisan 'Secangkir Teh' sabtu kemarin, sangat tepat kalau dibahas pagi ini.

Terus terang, saya dari semalam berfikir keras untuk coba menterjemahkan 'Falsafah Kenangan' pemberian Gus Jun. Secara harfiah, kata itu dapat diartikan sebagai gagasan, pemikiran dan sikap batin saya -- dalam menulis -- yang berbasis kenangan masa lalu. Kenangan yang tak sebatas ingatan akan sebuah peristiwa tertentu semata, tetapi juga experience, pengalaman dalam menjalani hidup. Itu arti yang saya dapat.

Lho, koq malah serius gini ya? Katanya tadi mau santai dan ringan-ringan saja? Pasti pembaca juga sudah ada yang protes dalam hati, "Jangan berat-berat bahasanya Mas Prie, ini bukan lagi dengerin orasi ilmiah lho!"

Baik.., baik.., saya coba sederhanakan. Saya sepakat kalau Gus Jun memberi predikat tulisan saya beraliran 'Falsafah Kenangan' -- nampaknya ini faham baru dalam dunia kepenulisan, masih fresh -- karena memang (hampir) di semua tulisan 'Secangkir Teh' saya masukkan pengalaman pribadi, sebagai bagian penguat dari tulisan itu sendiri. Pengalaman hidup keseharian, yang saya jadikan argumen dari topik yang saya tulis.

Contohnya gini, ketika saya menulis ketidak setujuan terhadap kebijakan pemerintah yang membebaskan tenaga kerja asing tidak harus menguasai bahasa Indonesia, maka saya berargumen berdasar pengalaman saya bekerja dengan orang asing. Atau, ketika saya mengkritik wisata pulau Lombok, itu berdasar pengalaman saya saat berkunjung kesana.

Juga -- dalam salah satu tulisan -- saya begitu getol memuji layanan PT. Kereta Api yang prima, ya karena saya sudah membuktikan sendiri. Jadi semua berdasar kenangan (dari pengalaman) saya. Bukan kata orang, atau berdasar literatur semata.

Jadi pembaca tidak perlu su'udzon -- berburuk sangka pada saya -- seolah saya sombong, sok ngerti banyak hal, selalu membanggakan pengalaman masa lalu, yang tertuang dalam setiap tulisan di rubrik ini. Sebenarnya bukan itu masalahnya. Mengapa saya menulis lebih mengedepankan experience, karena saya tidak pandai secara teori dan dasar keilmuannya.

Makanya, dalam beberapa tulisan, secara terbuka saya mengakui, bahwa saya bukanlah ilmuwan, bukan akademisi, bukan staf ahli, bukan teknokrat, bukan politisi ataupun juga psikolog, yang menulis mutlak berdasar literatur dan bidang keilmuan, secara ilmiah. Saya hanyalah penulis, yang menuangkan ide dan pemikiran dalam sebuah tulisan features, berdasaran pengalaman -- sesekali disisipkan data dan literatur -- sebagai penguat tulisan. Itu saja.

Lantas? Ya 'the show must go on' lah. Jalan terus. Mau disebut aliran apapun, 'Secangkir Teh' akan tetap muncul seperti biasa. Mau nulis atau cerita apapun, rubrik ini akan setia hadir tiap pagi. Juga, ada ataupun tidak yang baca -- ini kebangetan, masa hiya sih pembaca tega ninggalin? -- saya akan tetap menulis di fanpage ini. Tak ada yang berubah, semua berjalan seperti biasa. Okay?


Share:

0 komentar:

Page View

Mas Prie

Mas Prie
Aku suka menulis sejak SD. Bahkan, ketika sudah berkeluarga -- dan dikaruniai 3 orang putra putri -- hobi menulis tetap aku lakukan. Sebagai wiraswasta yang tinggal di Bogor, aku sangat menikmati dunia tulis menulis ini.

Popular Posts

Cari di Blog Ini

@SUGENG PRIBADI. Diberdayakan oleh Blogger.

Statistik Blog

  • SEO Stats powered by MyPagerank.Net
  • Google PageRank Checker Powered by  MyPagerank.Net Yahoo bot last visit powered by MyPagerank.Net Msn bot last visit powered by MyPagerank.Net My Ping in TotalPing.com

    Arsip Tulisan

    "LIKE" Blog ini

    Pengikut

    Follow by Email

    Copyright © Secangkir Teh Mas Prie | Powered by Blogger Design by PWT | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com