INSPIRASI PAGI SEMBARI MINUM TEH

Sabtu, 15 Agustus 2015

Nama Sugeng Kok Pasaran Ya?


Tak dapat dipungkiri, mempunyai nama banyak yang menyamai -- lebih tepatnya 'kebetulan' banyak yang sama -- memang agak merepotkan. Dibilang senang, ya karena banyak teman yang punya kesamaan nama, tapi juga tidak enak karena sering bikin orang bingung, apalagi kalau namanya sama persis. Coba bayangkan, di facebook saja nama 'Sugeng Pribadi' ada lebih 15 orang. Jadi misalnya ada mau cari saya di FB, pasti kebingungan, kalau tidak kenal saya sebelumnya.

Itu contoh yang namanya persis sama 'Sugeng Pribadi', terus bagaimana kalau yang 'Sugeng' saja? Ini lebih parah. Di grup 'Para Sugeng' yang ada di FB, sudah lebih dari 7.000-an nama -- dengan usur -- Sugeng yang bergabung. Entah itu dengan ejaan Sugeng, Soegeng, Zoegenk ataupun ejaan lain, yang pasti orang itu namanya (ada unsur) Sugeng-nya.

Nah, kalau ada yang bertanya, kenapa di FB ada grup 'Para Sugeng' yang ngumpulin orang bernama Sugeng? Kayaknya kurang kerjaan deh. Hehehe.., relatif juga jawabannya, tergantung dari sisih mana melihatnya. Yang pasti bagi mayoritas pemilik nama Sugeng, ini grup spesial banget, termasuk bagi saya. Pertama, kami jadi merasa 'tidak sendiri' bernama Sugeng, yang sering dikonotasikan sebagai nama ndeso. Kedua, ada wadah silaturahmi dan persaudaraan antar Sugeng sedunia (ingat, sedunia! Bukan se Indonesia).

Sejarah terkumpulnya (orang-orang dengan) nama 'Sugeng' ini sedikit unik. Bermula sekitar sepuluh tahun silam, ada seorang warga Malaysia yang bernama Sugeng H. Jabri, penasaran dengan nama pemberian orangtuanya -- ya Sugeng itu tadi -- karena tidak layaknya nama orang negeri jiran tersebut. Mulailah dia melakukan 'pencarian' orang bernama Sugeng melalui media online (melalui google, friendster & email, karena belum ada facebook), terutama yang di Indonesia, untuk diajak diskusi tentang nama Sugeng. Saya masih ingat, saat itu saya juga sempat beberapa kali diajak chatting via YM oleh H. Jabri.

Singkat cerita, bulan November 2008 datanglah H. Jabri ke Indonesia untuk bertemu dengan teman-teman sesama nama Sugeng, di Taman Mini Indonesia Indah Jakarta, dan dilanjutkan dengan pertemuan-pertemuan berikutnya. Dari situlah tercetus untuk membentuk wadah 'Para Sugeng' sebagai ajang silaturahmi dan kekeluargaan. Dalam perjalanannya, wadah itu ditetapkan bernama 'Paguyuban Sugeng' dengan akte pendirian formal.

Tidak main-main, saat usia 4 tahun, Paguyuban Sugeng sudah mendapatkan Piagam Rekor MURI -- dari Museum Rekor Indonesia pimpinan Pak Jaya Suprana -- sebagai 'kelompok orang dengan nama yang sama terbanyak' di Indonesia, dengan anggota resmi sesuai KTP berjumlah 700-an orang bernama (unsur) Sugeng. Kegiatan Paguyuban pun bermacam-macam, mulai dari kegiatan sosial, keagamaan, sampai Koperasi Paguyuban Sugeng.

Saat ini, menginjak usia 7 tahun, Paguyuban Sugeng sudah punya pengurus Korwil di 6 propinsi dan beberapa Komisariat di kota besar di pulau Jawa. Dan untuk puncak peringatan HUT ke-7 bulan Nopember 2015 nanti, rencananya akan dipusatkan di 'Desa Sugeng', sebuah nama desa di Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur. Cukup unik, Paguyuban Sugeng mengadakan acara di Desa Sugeng dengan seluruh peserta yang ratusan (bisa ribuan) bernama Sugeng semua.

Jadi itulah ceritanya, kenapa teman saya di facebook banyak yang bernama Sugeng -- ada 612 dari 2.711, setara 22,5% -- sehingga saya pun kadang sulit membedakan Sugeng yang mana yang komentar di status saya. Dan saya juga tak pernah malu punya nama 'Sugeng' yang sangat pasaran ini, karena makna yang terkandung sangatlah bagus. Ingat, nama adalah doa dari orang tua kita, harus disyukuri. Cuma, bisa jadi alasan 'nama pasaran' itu pula, saya jadi lebih enjoy dipanggil Mas Prie saja.

Oh hiya, adakah keinginan anda -- para pembaca -- untuk membuat perkumpulan nama anda sendiri, karena saat ini nama Asep, Endang & Susi juga sudah ada wadah resminya. Barangkali yang bernama Bambang, Siti, Anton, Wati, Agus atau yang lain ingin menyusul? Siapa tahu masuk Rekor MURI, mengalahkan nama 'Sugeng'. Bisa jadi kan?

Share:

0 komentar:

Page View

Mas Prie

Mas Prie
Aku suka menulis sejak SD. Bahkan, ketika sudah berkeluarga -- dan dikaruniai 3 orang putra putri -- hobi menulis tetap aku lakukan. Sebagai wiraswasta yang tinggal di Bogor, aku sangat menikmati dunia tulis menulis ini.

Popular Posts

Cari di Blog Ini

@SUGENG PRIBADI. Diberdayakan oleh Blogger.

Statistik Blog

  • SEO Stats powered by MyPagerank.Net
  • Google PageRank Checker Powered by  MyPagerank.Net Yahoo bot last visit powered by MyPagerank.Net Msn bot last visit powered by MyPagerank.Net My Ping in TotalPing.com

    Arsip Tulisan

    "LIKE" Blog ini

    Pengikut

    Follow by Email

    Copyright © Secangkir Teh Mas Prie | Powered by Blogger Design by PWT | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com