INSPIRASI PAGI SEMBARI MINUM TEH

Kamis, 27 Agustus 2015

Resiko Menulis di Ruang Publik

Ibarat mengemudi kendaraan di jalan bebas hambatan -- yang tanpa disadari kecepatan terus bertambah -- dalam lima hari terakhir 'Secangkir Teh' juga ikut-ikutan tancap gas dengan tema dan kritik yang tak seringan biasanya. Meski masih masuk kategori halus dan santun, rasanya kurang elok kalau tiap pagi pembaca setia disuguhi tulisan dengan tensi tinggi, tanpa selingan bertema features, sebagai ciri khas rubrik ini.

Pagi ini, saya coba mengajak pembaca untuk santai sejenak, dengan -- bersama-sama -- melakukan refleksi perjalanan 'Secangkir Teh' dalam satu bulan terakhir, yang secara rutin dan tanpa jedah hadir di fanpage ini.

Baiklah, seperti pernah saya tulis sebelumnya, untuk menulis di rubrik ini, pilihan tema kadang muncul disaat injury time -- mengikuti mood dan ide liar yang sering datang tanpa diduga -- sehingga ritme tulisan terkesan tidak stabil. Kadang tensi normal, dengan tulisan ringan yang datar-datar saja. Tapi, sesekali bisa melonjak drastis, dengan tema nyerempet politik, meski masih bisa terkontrol.

Terus terang, 'Secangkir Teh' dari awal memang menghindari tema politik, hukum dan agama, secara langsung. Selain saya (merasa) belum punya kemampuan dan pengetahuan untuk membahas materi tersebut, saya juga ingin menjaga hubungan harmonis dengan pembaca, dengan tidak 'menyeret' ke masalah sensitif dan 'membenturkan' pada perbedaan faham.

Tentu ini bukan masalah berani atau tidak, kritis atau tidak, dalam menyampaikan buah pikiran. Tetapi lebih pada sebuah pilihan. Pilihan untuk menentukan 'jalur' dalam menyampaikan sikap melalui sebuah tulisan yang berwadah tetap -- bernama 'Secangkir Teh' -- di media sosial facebook, dengan jumlah pembaca terukur dan strata pembaca yang tersegmentasi.

Saya berani mengatakan jumlah pembaca terukur, karena rubrik ini di publish di fanpage 'MasPrie' yang hanya punya 159 followers dan akun facebook 'SugengPribadi' yang punya jaringan pertemanan sekitar 2.700-an. Tak begitu banyak. Segmentasi pembaca juga jelas, dengan sebaran terbatas teman-teman (alumni) sekolah dan kuliah, teman organisasi, beberapa relasi dan sanak keluarga. Artinya, penikmat 'Secangkir Teh' sudah ter-segmented dengan jelas.

Cuma, data tinggalah data. Ada hal yang tidak saya perhitungkan sebelumnya. Beberapa tulisan -- mungkin dianggap menarik? -- di share banyak teman, sehingga jumlah pembaca jadi berlipat. Bahkan ada satu tulisan yang di share oleh teman dari teman, seperti layaknya multi level marketing. Sehingga pageview -- kalau di fanpage istilahnya 'dilihat', atau jumlah pembaca yang membuka/melihat sebuah tulisan -- yang semula stabil 400 - 500 per tulisan, jadi melonjak, sampai ada tulisan yang punya pageview lebih dari 11.974 (hanya dalam 2 hari saja!). Bagi saya ini 'beyond expectations'.

Lonjakan pembaca inilah yang membuat ekspektasi terhadap rubrik ini menjadi ikut-ikutan tinggi. Keinginan agar 'Secangkir Teh' untuk menyuarakan sikap kritis (dan vokal) terhadap persoalan sosial politik dalam negeri mulai bermunculan. Hal yang wajar sebenarnya, karena selain sudah mulai dikenal dan mempunyai pembaca setia, 'Secangkir Teh' juga sudah (terlanjur) keluar dari komunitas awalnya, dengan banyaknya yang share tulisan.

It's okay, inilah resiko menulis di ruang publik, seperti sosial media (baca: facebook) ini. Banyak keinginan, banyak tekanan, dan banyak harapan -- dari para pembaca -- dengan persepsi masing-masing. Sebuah tantangan, yang harus saya hadapi. Meski, sekali lagi, ini bukan masalah keberanian untuk lebih vokal atau tidak. Tetapi lebih pada menjaga sikap dan konsistensi tujuan awal dari 'Secangkir Teh'.

Bagi saya, untuk sementara akan membiarkan 'Secangkir Teh' berjalan apa adanya. Tetap memegang teguh prinsip tulisan ringan, dengan sesekali kritik dan sentilan halus, tanpa harus ada pihak yang marah dan tersinggung. Atau, bisa jadi (akan) ber-metaformosa dalam bentuk lain. Itu, sepenuhnya saya serahkan pada anda, para pembaca setia 'Secangkir Teh'. Maunya seperti apa?

Share:

0 komentar:

Page View

Mas Prie

Mas Prie
Aku suka menulis sejak SD. Bahkan, ketika sudah berkeluarga -- dan dikaruniai 3 orang putra putri -- hobi menulis tetap aku lakukan. Sebagai wiraswasta yang tinggal di Bogor, aku sangat menikmati dunia tulis menulis ini.

Popular Posts

Cari di Blog Ini

@SUGENG PRIBADI. Diberdayakan oleh Blogger.

Statistik Blog

  • SEO Stats powered by MyPagerank.Net
  • Google PageRank Checker Powered by  MyPagerank.Net Yahoo bot last visit powered by MyPagerank.Net Msn bot last visit powered by MyPagerank.Net My Ping in TotalPing.com

    Arsip Tulisan

    "LIKE" Blog ini

    Pengikut

    Follow by Email

    Copyright © Secangkir Teh Mas Prie | Powered by Blogger Design by PWT | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com