INSPIRASI PAGI SEMBARI MINUM TEH

Rabu, 02 September 2015

Lho, Kok Gak Muncul. Teh-Nya Habis Ya?


Gara-gara sampai jam 5 sore -- saat saya menulis ini -- 'Secangkir Teh' belum muncul juga di fanpage MasPrie dan facebook SugengPribadi, saya mendapat pertanyaan bernada 'protes' dari beberapa pembaca setia. Setidaknya ada 8, yang sempat saya baca: di whatsapp ada 3, sms ada 2, dan 3 lagi via BBM. Saya belum cek yang ada di inbox.
Hampir semua mempertanyakan alasan tidak munculnya rubrik ini. Cukup beragam, mulai dari pertanyaan standar 'Mas Prie lagi sakit?' atau 'Kehabisan ide ya, Mas?' juga 'Apa stok tehnya lagi kosong?' sampai yang (setengah) menuduh 'Pasti paket internet Mas Prie lagi habis..!' Alhamdulillah, semua sudah saya jawab -- secara tertutup -- dan tidak perlu diekspos disini. Pokoknya, karena 'satu dan lain hal' rubrik ini mengalami keterlambatan hari ini.
Saya justeru tertarik untuk membahas 2 pesan diantaranya. Yaitu, yang pertama, ditulis oleh Bang Jan. Setelah mengawali dengan sedikit basa-basi, Bang Jan -- lengkapnya Januar Arifin, berdomisili di Tanjung Pinang -- menyarankan agar saya menyiapkan satu tulisan 'cadangan', yang gunanya untuk antisipasi jika saya ada halangan menulis. Sehingga tidak vakum, atau tidak 'terbit' seperti hari ini. "Toh Mas Prie bukan superman, jadi manusiawi jika suatu saat sakit, kecapekan, atau lagi bad mood. Saat itulah tulisan cadangan dikeluarkan. Aman kan?" begitu alasan Bang Jan.
Saya sepakat dengan usulan ini. Karena memang sudah lazim dilakukan para penulis kolom -- baik yang diterbitkan harian maupun mingguan -- di media massa. Sebenarnya saya sudah berkeinginan membuat tulisan 'jaga-jaga' ini, tetapi belum sempat terealisasi, karena terlalu idealis untuk menampilkan tulisan yang (benar-benar) fresh di 'Secangkir Teh' tiap harinya. Bukan tulisan kemarin yang dimuat sekarang. Tapi dengan kejadian hari ini, saya mulai berfikir ulang, untuk mempertimbangkan usulan Bang Jan.
Yang kedua, berupa sms -- yang dikirim sekitar jam 10.30, tadi pagi -- dari Mbak Hilya Laily, mahasiswi yang kuliah di Purwokerto, Jawa Tengah. Isinya, "Maaf ya Om, tulisannya terlalu panjang untuk ukuran facebook. Kita buka fb kan tidak hanya baca Secangkir Teh Mas Prie saja". Hmmm.., bener juga ya. Kalau punya waktu terbatas, baca 'Secangkir Teh' jadi buru-buru, karena harus berbagi waktu dengan aktivitas baca status dan nulis komentar. Begitu ya Mbak Hilya?
Saya menghargai pendapat tersebut. Tetapi -- bukan bermaksud cari alasan pembenaran -- bahwa 'Secangkir Teh' sebenarnya masuk kategori relatif pendek untuk sebuah tulisan kolom. Kalau dibaca dengan kecepatan standar pun, tak sampai 3 menit juga selesai. Apalagi tema dan gaya penulisan yang ringan dan santai, serta (pemakaian) bahasa yang mudah dipahami, rasanya dibaca sambil lalu pun juga tak terasa panjang.
Lagipula, tulisan model features, yang menjadi kekuatan 'Secangkir Teh', bisa dibaca kapan saja. Tidak dibatasi waktu, dan tidak pernah basi. Jadi kalau tidak sempat baca pagi, bisa siang sambil istirahat makan siang, atau malam menjelang tidur. Kenikmatannya tidak berubah, sama saja. Justeru kalau tulisannya (terlalu) pendek, membuat saya sulit membuat narasi yang mengantar pada esensi tema tulisan.
Satu hal lagi, yang bisa saya ambil sisi positifnya -- dari terlambatnya 'Secangkir Teh' muncul di hadapan pembaca -- adalah mulai munculnya kepedulian pembaca pada rubrik ini, sehingga ada rasa 'kehilangan' ketika tidak hadir di jadwal rutinnya. Terbukti dari respon pembaca, yang secara spontan menghubungi saya, dengan komentar yang beragam. Uniknya, dari komentar itu pula, muncul saran, kritik dan usulan yang menurut saya cukup konstruktif untuk 'membenahi' rubrik ini.
Oh hiya, agar tidak penasaran -- menduga-duga jawaban -- kenapa tulisan 'Secangkir Teh' terlambat 10 jam dari jadwal rutinnya, ini semata-mata karena faktor 'manusiawi' tadi. Ada satu pekerjaan yang butuh konsentrasi penuh, sehingga saya harus 'melupakan' sejenak Secangkir Teh. Harus ada yang berkorban, karena dua-duanya penting. Mudah-mudahan pembaca maklum.

Share:

0 komentar:

Page View

Mas Prie

Mas Prie
Aku suka menulis sejak SD. Bahkan, ketika sudah berkeluarga -- dan dikaruniai 3 orang putra putri -- hobi menulis tetap aku lakukan. Sebagai wiraswasta yang tinggal di Bogor, aku sangat menikmati dunia tulis menulis ini.

Popular Posts

Cari di Blog Ini

@SUGENG PRIBADI. Diberdayakan oleh Blogger.

Statistik Blog

  • SEO Stats powered by MyPagerank.Net
  • Google PageRank Checker Powered by  MyPagerank.Net Yahoo bot last visit powered by MyPagerank.Net Msn bot last visit powered by MyPagerank.Net My Ping in TotalPing.com

    "LIKE" Blog ini

    Pengikut

    Follow by Email

    Copyright © Secangkir Teh Mas Prie | Powered by Blogger Design by PWT | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com