INSPIRASI PAGI SEMBARI MINUM TEH

Jumat, 04 September 2015

Lombok? Jauh Gak dari Bali?


Bukan karena saya pernah berkunjung ke Lombok -- bahkan pernah berdomisili untuk beberapa tahun -- kalau (lagi-lagi) menulis tentang pulau berjuluk 'Seribu Masjid' ini. Tetapi, lebih pada kepedulian terhadap aset wisata yang ada di negeri ini. Aset, karena Lombok menyimpan potensi wisata yang luar biasa, yang bisa dikembangkan dan dieksplorasi, untuk menjadi (salah satu) daerah tujuan wisata andal di Indonesia.
Terus terang, ada perasaan kecewa -- dan senyum kecut -- membaca promosi wisata Lombok, di harian terbesar Indonesia. Terlepas itu sebuah artikel iklan (advertorial), tetapi 'kesan' Lombok itu kecil sangat kelihatan, sehingga perlu membawa nama Bali sebagai pengatrolnya. Bukannya apa, kalau advertorial itu ditujukan wisatawan mancanegara, dan dimuat media luar negeri, mungkin bisa dimaklumi. Karena memang Bali sudah mendunia. Tapi ini kan koran lokal, yang ditujukan wisatawan domestik?

Coba saja simak judulnya "Pesona Trio Gili di Timur Pulau Bali". Apa yang ada di benak anda, saat membacanya? Mungkin sama seperti saya, saya pikir Bali punya gugusan pulau-pulau kecil -- yang dipromosikan sebagai obyek wisata terbaru -- di sekitar perairan selat Lombok. Ternyata, setelah saya baca sampai tuntas, yang dimaksud dalam tulisan itu adalah Gili Trawangan, Gili Air dan Gili Meno, tiga pulau kecil yang menjadi primadona pariwisata Lombok. Hubungannya dengan Bali? Nothing!
Saya tidak menampik, bahwa itu adalah 'bahasa' iklan, yang disiapkan oleh tim iklan Kompas untuk sebuah biro travel besar di Jakarta. Tetapi kurang mengena, terutama untuk menjaring wisatawan domestik, karena kata 'Bali' sudah membuat jenuh (telinga) para traveling. Sayang juga kalau paket liburan yang ditawarkan, ke Gili Trawangan, Lombok, selama 4 hari (all in) seharga 5,7 juta -- harga yang sama untuk tujuan Pattaya, Thailand, 4 hari (all in) -- tidak tepat sasaran, hanya gara-gara kurang 'percaya diri' memunculkan nama Lombok di judul artikel.
Untuk menyikapinya, pelaku dunia pariwisata Lombok tidak boleh berdiam diri, terutama dalam mempromosikan semua potensi wisata yang ada. Agak miris rasanya, ketika saya bertanya minimnya promosi Lombok di hotel-hotel kota Mataram, mendapat penjelasan -- dari seorang pelaku wisata Kota Mataram -- bahwa saat ini Mataram sedang serius menata dan membenahi sektor pariwisatanya, disertai program yang terencana dengan baik. Cuma, ketika menyinggung obyek wisata diluar kota Mataram, dikatakan itu adalah urusan daerah tersebut. Lagi-lagi 'promosi' Lombok yang kontra-produktif.
Saya berpandangan, tidak seharusnya 5 daerah di pulau Lombok -- Mataram, Lombok Barat, Lombok Tengah, Lombok Timur & Lombok Utara -- berjalan sendiri-sendiri, dalam menata sektor pariwisatanya. Harus ada kerjasama dan sinergi yang kuat. Karena, orang di luar Lombok, para wisatawan, tidak mau dipusingkan kalau Lombok dibagi 5 wilayah. Pokoknya, mereka datang ke Lombok untuk berwisata dengan nyaman, itu saja tujuannya.
Saya jadi teringat ketika berwisata ke Yogyakarta, bersama keluarga. Saat menikmati keramaian di pusat perbelanjaan Malioboro, saya disapa ramah pemuda berkemeja batik -- entah dari Dinas Pariwisata atau agen travel -- yang membagi leaflet wisata Yogyakarta. Ketika tahu saya dari luar kota, dia minta waktu (itupun kalau saya berkenan) untuk dijelaskan obyek wisata di Yogya dan sekitarnya. Sangat simpatik.
Demikian juga saat saya berlibur ke Cirebon, tiga tahun silam. Di lobby hotel saya menginap, disediakan booklet gratis wisata Jawa Barat (bukan Cirebon, lho!), yang dibagikan resepsionis saat menyajikan welcome drink. Kedua hal itu, sayangnya, tidak saya dapatkan ketika berlibur di Mataram (dan Lombok).
Tidak ada maksud apapun dari tulisan ini, kecuali keinginan melihat dunia pariwisata Indonesia -- khususnya Lombok -- bisa dikembangkan & dikelola dengan maksimal, utamanya dari sisih promosinya. Jangan sampai orang (baru) mengenal Lombok setelah diberitahu, "Yang sebelah timurnya Bali itu lho!" Konyol kan?

Share:

0 komentar:

Page View

Mas Prie

Mas Prie
Aku suka menulis sejak SD. Bahkan, ketika sudah berkeluarga -- dan dikaruniai 3 orang putra putri -- hobi menulis tetap aku lakukan. Sebagai wiraswasta yang tinggal di Bogor, aku sangat menikmati dunia tulis menulis ini.

Popular Posts

Cari di Blog Ini

@SUGENG PRIBADI. Diberdayakan oleh Blogger.

Statistik Blog

  • SEO Stats powered by MyPagerank.Net
  • Google PageRank Checker Powered by  MyPagerank.Net Yahoo bot last visit powered by MyPagerank.Net Msn bot last visit powered by MyPagerank.Net My Ping in TotalPing.com

    "LIKE" Blog ini

    Pengikut

    Follow by Email

    Copyright © Secangkir Teh Mas Prie | Powered by Blogger Design by PWT | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com