INSPIRASI PAGI SEMBARI MINUM TEH

Minggu, 06 September 2015

Pilih Mana, Andy Noya Atau Tukul Arwana?


Membicarakan acara televisi, pasti tidak ada habisnya. Apalagi kalau sudah mengarah pada pilihan favorit, ini yang -- paling sering -- bikin bersitegang, karena sudah mengarah pada selera, yang masing-masing individu punya pilihan sendiri. Unsur subyektifitas lebih berperan. Nah, saya justeru tergelitik untuk 'masuk' (dan membahas) di pusaran itu. Masuk pada subyektivitas sebuah pilihan favorit acara televisi, khususnya yang bernama talkshow.
Begini, saya lama-lama agak risih, kalau dalam diskusi kecil informal -- ngobrol santai -- entah dengan teman kerja atau di lingkungan tempat tinggal, yang membanding-bandingan sebuah acara talkshow di televisi. Biasanya, masing-masing 'mempertahankan' pilihan acara talkshow yang digemari, dengan segala argumennya. Kalau sudah begini, seperti biasa, saya lebih sering hanya menjadi pendengar setia, menonton sajian live talkshow dadakan.
Salah satunya, saya alami saat makan siang bersama teman-teman sekerja, di sebuah kantin di gedung perkantoran Bidakara, Jakarta Selatan. Seusai makan, seperti biasa, dilanjutkan dengan obrolan ringan. Awalnya, salah seorang teman (kami berenam, 2 cewek dan 4 cowok) mengatakan bahwa acara talkshow-nya Najwa Sihab -- Mata Najwa, di MetroTV -- adalah yang paling cerdas diantara sekian banyak acara thalkshow yang ada. Sehingga, bagi dia, 'Mata Najwa' adalah tontonan wajib yang tidak boleh ditinggalkan.
Seolah tak terima, pendapat itu dibantah Mbak Ega -- sebut saja begitu, saya kurang enak menyebut nama aslinya, takut beliau kurang berkenan -- yang lebih memilih 'Soimah Show' sebagai talkshow alternatif yang menghibur. "Dengan talenta darah seninya, Soimah membuat talkshow menjadi panggung hiburan yang fleksibel dan menghibur. Celotehannya sering membuat bintang tamunya mati gaya di depan kamera, ini cerdas dan tidak ada kesan kampungan," begitu argumen Mbak Ega.
Begitulah, suasana kantin yang sudah berisik dan gerah, karena dipenuhi pekerja kantoran yang memilih makan siang dengan harga standar, semakin bertambah panas. Karena, semua punya pilihan dan argumen. Teguh memilih Tukul Arwana (Bukan Empat Mata, TransTV) karena konsep sederhana dan dimengerti masyarakat kelas bawah, Mbak Yasinta tertarik dengan Sule & Andre (Ini Talkshow, NetTV) karena tidak mengeksploitasi humor vulgar dan slaptick, juga Pak Fritz yang mempertahankan pendapat bahwa Andy F. Noya (Kick Andy, MetroTV) adalah talkshow paling inspiratif yang pernah ada di televisi Indonesia.
Saya sendiri, yang lebih memilih (banyak) diam dan menjadi pendengar setia -- dalam diskusi kecil itu -- bukannya kurang bisa berinteraksi sosial, justeru karena saya punya pendapat berbeda dalam menyikapi topik tersebut. Yang kalau saya ungkapkan dalam 'after lunch forum' tersebut, bisa menambah panas suasana, dan bisa-bisa saya dianggap sok pintar. Jadi, lebih bijaksama, saya cukup senyum saja, setiap ada rekan yang melontarkan pendapat.
Dalam pemahaman saya, semakin banyak acara talkshow di televisi, semakin baik pula bagi para pemirsanya, karena dimanjakan dengan banyaknya pilihan. Terlepas pilihan itu kurang bermutu, kurang mendidik atau malah 'meracuni' pemirsa dengan hal-hal negatif (misalnya, mengkorek muasal perceraikan seorang artis). Apalagi, diakui atau tidak, masih ada kelas-kelas pada pemirsa televisi kita.
Sehingga, tidaklah mungkin masyarakat kelas marginal, dengan tingkat pendidikan yang rata-rata tidak tinggi, dipaksa untuk menyukai 'Mata Najwa' atau 'Kick Andy', meski kedua talkshow itu punyak konsep kuat dan inspiratif. Setidaknya, bagi kelas ini, lebih enjoy menonton Tukul Arwana dengan 'Bukan Empat Mata'nya, yang banyak melontarkan humor pasaran dan vulgar.
Yang ingin saya sampaikan, janganlah masyarakat yang (selalu) disalahkan karena memilih tontontan -- talkshow -- yang kurang cerdas. Tetapi, televisi yang harusnya 'bertanggung jawab' menayangkan talkshow bermutu (tak peduli pemandunya Tukul Arwana atau Andy F. Noya), sehingga bisa mengedukasi pemirsanya.

Share:

0 komentar:

Page View

Mas Prie

Mas Prie
Aku suka menulis sejak SD. Bahkan, ketika sudah berkeluarga -- dan dikaruniai 3 orang putra putri -- hobi menulis tetap aku lakukan. Sebagai wiraswasta yang tinggal di Bogor, aku sangat menikmati dunia tulis menulis ini.

Popular Posts

Cari di Blog Ini

@SUGENG PRIBADI. Diberdayakan oleh Blogger.

Statistik Blog

  • SEO Stats powered by MyPagerank.Net
  • Google PageRank Checker Powered by  MyPagerank.Net Yahoo bot last visit powered by MyPagerank.Net Msn bot last visit powered by MyPagerank.Net My Ping in TotalPing.com

    "LIKE" Blog ini

    Pengikut

    Follow by Email

    Copyright © Secangkir Teh Mas Prie | Powered by Blogger Design by PWT | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com