INSPIRASI PAGI SEMBARI MINUM TEH

Jumat, 21 September 2018

Tak Hanya Anak, Orang Tua Pun Bisa Kecanduan Gadget

Entah mengapa, saya kok kasihan banget dengan benda yang bernama gadget -- biasa juga disebut ponsel atau handphone -- yang selalu menjadi kambing hitam, jika ada anak-anak yang mencintainya. Bahkan, karena cintanya, sampai ada yang sulit berpisah, alias kecanduan.
Akibatnya, gara-gara kecanduan benda 'pintar' itu pula, banyak anak-anak jadi malas belajar, sulit bersosialisasi, dan bahkan mengakibatkan celaka.
Contoh kasus -- yang baru-baru ini viral di media sosial -- terjadi pada Naufal (5 tahun), putra dari Chana Arystyana. Naufal ini awalnya matanya kerap mengeluarkan banyak kotoran setiap kali bangun pagi. Setelahnya, bagian putih mata Naufal mulai mengeluarkan bercak merah seperti darah yang terus melebar.

Sang ibu yang mulai khawatir pun memeriksakan kondisinya ke sebuah klinik di Jakarta Timur. Hasilnya adalah, sang dokter mendiagnosis Naufal mengalami pendarahan yang disebabkan oleh robeknya selaput darah pada mata.
Sang dokter menyebutkan bahwa Naufal terlalu banyak bermain gadget sehingga terpapar radiasi dan akhirnya memicu pendarahan ini. Sungguh miris!
Jangan salah duga, dalam obrolan pagi ini saya tak hendak mencari -- dan membahas panjang lebar -- tentang siapa yang salah dalam hal ini: Naufal kah, ibunya, atau gadget-nya?
Saya justru ingin menyorot, kenapa hanya kejadian yang menimpa anak-anak saja, yang selalu diangkat ke permukaan? Padahal, dampak negatif pemakaian gadget juga bisa terjadi pada orang tua. Bahkan usia lanjut sekalipun.
Tak usah jauh-jauh, apa yang terjadi di Kecamatan Licin, Banyuwangi (Jawa Timur) berikut ini adalah contoh kongkritnya.
Ceritanya, pertengahan tahun lalu, Puskesmas Unggulan Jiwa -- yang ada di Kecamatan Licin -- merawat orang tua berumur 60 tahun yang kecanduan permainan di gadget, yaitu game 'snake'.
Sedikit gambaran, dalam game snake pemain diharuskan menggerakkan laju ular agar bisa memakan umpan. Setiap kali berhasil memakan umpan, tubuh ular makin memanjang. Ini game sederhana, bukan game online, dan tidak memerlukan smartphone untuk memainkannya.
Tetapi, karena sudah kecanduan, kakek tadi harus menjalani rawat inap di Puskesmas. Tidak tanggung-tanggung, selama satu tahun lebih. Dan saat ini, pasien ini menjalani rawat jalan dengan pendampingan perawat dan psikolog dari Puskesmas.
Menurut Yuliana -- ini psikolog pendamping dari Puskesmas Unggulan Jiwa -- karena kecanduan gadget dan game, pasien mengalami gangguan jiwa. Kakek itu kerap ketakutan seperti dikejar sesuatu, dan juga sangat marah saat melihat warna merah.
Nah, dari dua kasus diatas, saya mencoba memberi gambaran nyata, bahwa kecanduan gadget sejatinya bukan hanya dimonopoli anak-anak ataupun remaja semata. Tetapi bisa menyerang siapa saja, tanpa memandang usia.
Artinya, adalah tanggung jawab kita semua -- tanpa terkecuali -- untuk bersama-sama menjaga siapapun di sekitar kita, terutama lingkungan keluarga, agar bisa memanfaatkan gadget sebijak mungkin, sesuai peruntukannya. Setuju kan?
******
Share:

0 komentar:

Page View

Mas Prie

Mas Prie
Aku suka menulis sejak SD. Bahkan, ketika sudah berkeluarga -- dan dikaruniai 3 orang putra putri -- hobi menulis tetap aku lakukan. Sebagai wiraswasta yang tinggal di Bogor, aku sangat menikmati dunia tulis menulis ini.

Popular Posts

Cari di Blog Ini

@SUGENG PRIBADI. Diberdayakan oleh Blogger.

Statistik Blog

  • SEO Stats powered by MyPagerank.Net
  • Google PageRank Checker Powered by  MyPagerank.Net Yahoo bot last visit powered by MyPagerank.Net Msn bot last visit powered by MyPagerank.Net My Ping in TotalPing.com

    "LIKE" Blog ini

    Pengikut

    Follow by Email

    Copyright © Secangkir Teh Mas Prie | Powered by Blogger Design by PWT | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com